Sabtu, 29 Agustus 2015

kicau pria remeh

sajak perpisahan 

ketika rembulan sedang sibuk menemani para penikmatnya
juga beragam macam pula aktifitasnya
ada yang bersenda gurau dengan anggur  juga wanita penghibur 
disini aku hanya bercengkrama dengan otak yg penuh dengan khayal masa lalu
indah masa sahabat yg mengasyikan pula sulit di lupakan
kicaunya, senyumnya, gaduhnya, aku hanya dapat berkhayal 
tak dapat di pungkiri pula takdapat disangka waktu begitu kejam untuk memotong segala hal apapun itu.
tapi ini lah hidup baik atau pun buruk akan tetap menghampiri siapapun yang ada di hadapannya
menunggu, menunggu, pula menunggu hal yang indah itu dapat terulang kembali... alaah mustahil

perang berkecamuk dalam benak maupun otak
tentang mengeluh pula mengutuk
hey sobat nyaman lah dengan hidup baru kalian apapun itu 
karna perpisahan hanyalah batu kerikil kecil yang tak sebanding dengan perjuangan oula semangat kalian menempuh hidup bermacam juta warna .
aku pula tak menunggu kalian atau pun siapapun 
aku sekedar berjalan di jalur yang sedikit agak berbeda
pun adahal bertemunya aku yakin pada kontras yang sama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar